FluentFiction - Indonesian
FluentFiction.org
0
FluentFiction - Indonesian is a language learning podcast designed to improve Indonesian listening comprehension. Each episode features a story in Indonesian, followed by a sentence-by-sentence retelling that alternates between Indonesian and English. The podcast also provides vocabulary lists and transcripts to aid understanding and cultural context. It is aimed at language learners, travelers, and those wanting to connect with their Indonesian roots.
Epizódok
-
Invisible Shoes and Muddy Laughs: A Day at Tegalalang Terrace 03.10.2026 19pFluent Fiction - Indonesian: Invisible Shoes and Muddy Laughs: A Day at Tegalalang Terrace Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:fluentfiction.com/id/episode/2026-10-03-22-34-01-id Story Transcript:Id: Musim semi di Tegalalang Rice Terrace.En: Spring at Tegalalang Rice Terrace.Id: Sinar matahari menyinari sawah hijau yang luas.En: The sunlight shines on the vast green fields.Id: Langit biru tanpa awan menghiasi pemandangan.En: A cloudless blue sky adorns the scenery.Id: Hari itu, orang-orang merayakan Galungan, hari raya yang meriah di Bali.En: That day, people were celebrating Galungan, a festive holiday in Bali.Id: Sari, Budi, dan Rani berjalan melewati terasering, merasakan angin lembut yang sejuk.En: Sari, Budi, and Rani walked past the terraced fields, feeling the cool gentle breeze.Id: "Budi, apa itu di kakimu?En: "Budi, what is that on your feet?"Id: " tanya Sari sambil menunjuk kaki Budi.En: asked Sari, pointing at Budi's feet.Id: Budi tersenyum lebar.En: Budi grinned wide.Id: "Ini adalah sepatu tak terlihatku!En: "These are my invisible shoes!"Id: " katanya penuh semangat.En: he said enthusiastically.Id: "Kalian tak percaya?En: "Don't believe me?Id: Ini benar-benar ada!En: They're really here!"Id: "Rani menggelengkan kepala, tertawa kecil.En: Rani shook her head, chuckling lightly.Id: "Budi, kamu pasti bercanda.En: "Budi, you must be joking.Id: Sepatu tak terlihat?En: Invisible shoes?Id: Bagaimana caranya?En: How is that possible?"Id: " tanyanya, sedikit tidak yakin namun penasaran.En: she asked, a bit skeptical but curious.Id: Budi mengangkat tangannya, meminta perhatian.En: Budi raised his hand, asking for attention.Id: "Aku akan membuktikannya!En: "I'll prove it!"Id: " ujarnya dengan percaya diri.En: he declared confidently.Id: "Aku bisa berjalan melintasi ladang lumpur tanpa kotor!En: "I can walk across the muddy field without getting dirty!"Id: "Sari tertawa, setengah tidak percaya.En: Sari laughed, half in disbelief.Id: "Baiklah, kami ingin melihat itu," ujarnya menantang.En: "Alright, we want to see that," she said challengingly.Id: Di depan ladang berlumpur, Budi berdiri mantap.En: In front of the muddy field, Budi stood steady.Id: Sari dan Rani mengawasi dengan mata lebar.En: Sari and Rani watched with wide eyes.Id: Perlahan Budi melangkah.En: Slowly, Budi stepped forward.Id: Kakinya menyentuh lumpur.En: His feet touched the mud.Id: Awalnya Budi melangkah dengan hati-hati.En: At first, Budi stepped cautiously.Id: Namun, langkahnya semakin cepat dan penuh keyakinan.En: But then, his steps became quicker and more confident.Id: Namun, tiba-tiba kakinya terperosok.En: Yet suddenly his foot slipped.Id: Budi terjatuh, tubuhnya masuk ke dalam lumpur.En: Budi fell, his body sinking into the mud.Id: Lumpur coklat kini menutupi kakinya hingga setengah badan.En: The brown mud now covered his legs up to half his body.Id: Sari dan Rani tertawa terbahak-bahak melihat Budi.En: Sari and Rani burst out laughing at the sight of Budi.Id: "Sari, mungkin ini bukan sepatu tak terlihat," canda Rani, sambil menahan tawa.En: "Sari, maybe these aren't invisible shoes," teased Rani, holding back her laughter.Id: Budi duduk di tengah lumpur,... -
Revelation at the Festival: A Botanist's Quest for Truth 03.10.2026 19pFluent Fiction - Indonesian: Revelation at the Festival: A Botanist's Quest for Truth Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:fluentfiction.com/id/episode/2026-10-03-07-38-20-id Story Transcript:Id: Di suatu pagi yang cerah, burung-burung berkicau riang di Taman Bungawisata, bunga-bunga mekar menyapa wisatawan yang datang.En: On a bright morning, birds chirped joyfully in Taman Bungawisata, and blooming flowers greeted the arriving tourists.Id: Festival Bunga Saparua menarik banyak orang ke tempat ini, termasuk Rizki, seorang botanis muda yang penuh ambisi.En: The Festival Bunga Saparua attracted many people to this place, including Rizki, a young botanist full of ambition.Id: Dia ditemani Ayu, asisten setianya yang selalu antusias belajar.En: He was accompanied by Ayu, his faithful assistant who was always eager to learn.Id: Rizki memandang sekeliling.En: Rizki looked around.Id: Warna-warni bunga menari di matanya.En: The colorful flowers danced before his eyes.Id: Di kejauhan, ia melihat Dewi, seorang tukang kebun berpengalaman yang terkenal di daerah itu.En: In the distance, he saw Dewi, an experienced gardener well-known in the area.Id: Dewi sibuk merawat bunga-bunga, tetapi Rizki merasakan ada yang aneh hari itu.En: Dewi was busy tending to the flowers, but Rizki sensed that something was odd that day.Id: “Akhirnya kita datang juga, Ayu,” kata Rizki dengan senyum lebar.En: "Finally, we’re here, Ayu," said Rizki with a wide smile.Id: "Di festival ini, aku harap bisa menemukan anggrek langka yang akan mengangkat namaku."En: "At this festival, I hope to find a rare orchid that will make my name famous."Id: Ayu mengangguk semangat.En: Ayu nodded enthusiastically.Id: "Ya, Pak Rizki! Saya ingin belajar lebih banyak."En: "Yes, Pak Rizki! I want to learn more."Id: Namun, Dewi menyembunyikan sebuah rahasia penting.En: However, Dewi was hiding an important secret.Id: Anggrek yang dipamerkan ternyata telah dimodifikasi.En: The orchids on display had been modified.Id: Rahasia ini dapat menggagalkan rencana Rizki.En: This secret could ruin Rizki's plans.Id: Dewi merasa bimbang, apakah harus memberitahukan Rizki atau tidak.En: Dewi felt torn about whether to tell Rizki or not.Id: Rizki tidak tahu ini.En: Rizki didn’t know any of this.Id: Dia mengejar anggrek itu, berharap dapat mendokumentasikannya.En: He pursued the orchids, hoping to document them.Id: Tetapi dia melihat Dewi bertingkah aneh, seakan ingin menyampaikan sesuatu tetapi tertahan.En: But he noticed Dewi acting strangely as if she wanted to say something but was holding back.Id: Saat festival mencapai puncaknya, anggrek langka itu siap dipamerkan.En: As the festival reached its peak, the rare orchid was ready to be displayed.Id: Dewi tersentak ketika melihat Rizki mendekat untuk memotret anggrek itu.En: Dewi started when she saw Rizki approaching to photograph the orchid.Id: Dia merasa ini saatnya untuk mengungkapkan kebenaran.En: She felt it was time to reveal the truth.Id: “Rizki,” kata Dewi dengan suara tegas, “Aku harus bilang ini padamu.En: "Rizki," Dewi said firmly, “I have to tell you this.Id: Anggrek ini tidak seperti tampak.En: This orchid is not as it seems.Id: Ia tidak alami.”En: It is not natural.”Id: Rizki terkejut.En: Rizki was shocked.Id: “Apa maksudmu?”En: “What do you mean?”Id: Dewi menjelaskan bahwa... -
Light in the Darkness: A Bunker Tale of Hope and Humor 02.10.2026 19pFluent Fiction - Indonesian: Light in the Darkness: A Bunker Tale of Hope and Humor Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:fluentfiction.com/id/episode/2026-10-02-07-38-19-id Story Transcript:Id: Di bawah kota yang gelap gulita karena pemadaman listrik, Budi, Rini, dan Citra berkumpul di dalam sebuah bunker bawah tanah.En: Beneath the city engulfed in darkness due to a power outage, Budi, Rini, and Citra gathered inside an underground bunker.Id: Ruangan itu terasa pengap dengan dinding beton berwarna abu-abu dan satu meja kayu sederhana di tengahnya.En: The room felt stuffy with gray concrete walls and a simple wooden table in the middle.Id: Hanya ada satu sumber cahaya—senter yang digenggam oleh Budi.En: There was only one source of light—a flashlight held by Budi.Id: Senter yang flickering itu mengeluarkan bayangan menari-nari pada dinding, sementara di luar sana, musim kemarau membuat udara semakin kering.En: The flickering flashlight cast dancing shadows on the walls, while outside, the dry season made the air even drier.Id: "Rini, lihat ini, kelinci!" suara Budi menggema di bunker, saat dia membuat bayangan kelinci dengan tangannya.En: "Rini, look at this, a rabbit!" Budi's voice echoed in the bunker as he made a shadow puppet of a rabbit with his hands.Id: Rini, yang sedang serius memikirkan cara agar listrik kembali menyala, mendesah frustrasi.En: Rini, who was seriously thinking of ways to get the power back on, sighed in frustration.Id: "Budi, kita harus menemukan cara untuk menghidupkan listrik. Tanpa itu, kita terjebak di sini," kata Rini tegas.En: "Budi, we need to find a way to turn the power on. Without it, we're stuck here," Rini said firmly.Id: Citra, yang duduk di sisi lain meja, mencoba meredakan ketegangan.En: Citra, sitting on the other side of the table, tried to ease the tension.Id: "Rini, mungkin kita bisa istirahat sebentar. Siapa tahu Budi bisa lebih fokus setelah ini?"En: "Rini, maybe we can take a short break. Who knows, maybe Budi can focus more after this?"Id: Dengan enggan, Rini mengangguk.En: Reluctantly, Rini nodded.Id: "Baiklah, sebentar saja." Dia duduk kembali, menatap bayangan yang bergerak di dinding. Sementara Budi makin bersemangat membuat bermacam-macam bentuk bayangan.En: "Alright, just for a little while." She sat back and watched the moving shadows on the wall while Budi grew more enthusiastic about creating various shadow forms.Id: Tiba-tiba, senter terlepas dari tangan Budi dan jatuh ke lantai.En: Suddenly, the flashlight slipped from Budi's hand and fell to the floor.Id: Suara kaca pecah terdengar dan bunker kembali gelap gulita.En: The sound of glass breaking was heard, and the bunker returned to complete darkness.Id: "Astaga, Budi!" Rini berseru, tapi kali ini tak ada kemarahan di suaranya, hanya kebingungan.En: "Oh no, Budi!" Rini exclaimed, but this time there was no anger in her voice, only confusion.Id: Semua menjadi sunyi sejenak, hanya suara napas mereka yang menemani kegelapan.En: Everything went silent for a moment, only their breathing accompanied the darkness.Id: Lalu, Citra, dengan nada suara tenang, berkata, "Kita bisa pakai HP kita sebagai sumber cahaya sementara, kan? Supaya nggak gelap banget."En: Then, Citra, with a calm tone, said, "We can use our phones as a temporary light source, right? So it's not too dark."Id: Mereka semua mengeluarkan HP masing-masing, menghidupkan fitur senter.En: They all took out their phones and turned on the flashlight feature.Id: Cahaya... -
Love Amongst The Ruins: A New Bond at Borobudur 01.10.2026 17pFluent Fiction - Indonesian: Love Amongst The Ruins: A New Bond at Borobudur Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:fluentfiction.com/id/episode/2026-10-01-07-38-19-id Story Transcript:Id: Di bawah langit biru cerah dan udaranya yang hangat, Candi Borobudur berdiri megah.En: Under the bright blue sky and warm air, Candi Borobudur stood majestically.Id: Hari itu, candi penuh dengan pengunjung dan sukarelawan yang bekerja meramaikan acara peringatan Hari Kesaktian Pancasila.En: That day, the temple was filled with visitors and volunteers busy with the commemoration event for Hari Kesaktian Pancasila.Id: Di salah satu sudut candi, Rizky dan Ayu sibuk dengan tugas masing-masing.En: In one corner of the temple, Rizky and Ayu were busy with their respective tasks.Id: Rizky, lelaki muda dengan mata berbinar penuh antusias terhadap sejarah Indonesia, mengamati ukiran di candi, meresapi setiap cerita yang terukir di sana.En: Rizky, a young man with eyes sparkling with enthusiasm for Indonesian history, observed the carvings on the temple, absorbing every story engraved there.Id: Di sisi lain, Ayu, dengan mata tajam dan senyumnya yang hangat, menjelaskan kepada pengunjung mengenai cerita di balik ukiran-ukiran tersebut.En: On the other hand, Ayu, with sharp eyes and a warm smile explained to visitors the stories behind those carvings.Id: Ayu adalah lulusan sastra yang ingin menggali lebih dalam tentang penceritaan melalui relief di candi.En: Ayu is a literature graduate who wants to delve deeper into storytelling through the temple's reliefs.Id: Ketika mata mereka bertemu sekejap, ada percikan rasa penasaran yang muncul di antara mereka, meskipun Rizky terlalu malu untuk mendekat.En: When their eyes met briefly, a spark of curiosity arose between them, though Rizky was too shy to approach.Id: Dimas, sahabat sukarelawan mereka, adalah seorang pemuda yang ingin keliling dunia, mencari teman dengan hobi yang sama.En: Dimas, their volunteer friend, is a young man who wants to travel the world, looking for friends with similar hobbies.Id: Dimas melihat gelagat Rizky dan dengan senyum nakal, mendorongnya untuk mengobrol dengan Ayu setelah tugas selesai.En: Dimas noticed Rizky's behavior and with a cheeky smile, encouraged him to talk to Ayu after their tasks were over.Id: Waktu berlalu, matahari mulai turun.En: Time passed, and the sun began to set.Id: Saat giliran mereka berakhir, Rizky beranikan diri untuk bertemu Ayu.En: As their shift ended, Rizky gathered the courage to meet Ayu.Id: Namun, saat dia mendekat, Rizky tidak sengaja menabrak Ayu, menjatuhkan beberapa lembar kertas dari tangan Ayu.En: However, as he approached, Rizky accidentally bumped into Ayu, causing some papers to fall from Ayu's hands.Id: Mereka sama-sama terkejut, dan kemudian tertawa bersama-sama.En: They both were startled, and then laughed together.Id: “Maaf, aku tidak sengaja!” seru Rizky sambil membantu mengumpulkan kertas-kertas itu.En: “Sorry, I didn't mean to!” exclaimed Rizky while helping to gather the papers.Id: Ayu tersenyum, “Tidak apa-apa, ini juga salahku yang tidak melihat.”En: Ayu smiled, “It's okay, it's my fault too for not looking.”Id: Obrolan pun berlanjut.En: Their conversation continued.Id: Mereka berbagi cerita tentang kegemaran masing-masing terhadap sejarah dan sastra.En: They shared stories about their interests in history and literature.Id: Rizky akhirnya mengundang Ayu untuk bergabung dalam kelompok diskusi tentang pelestarian sejarah, sesuatu yang... -
Mysteries in the Arctic: Secrets Beneath the Aurora 30.09.2026 18pFluent Fiction - Indonesian: Mysteries in the Arctic: Secrets Beneath the Aurora Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:fluentfiction.com/id/episode/2026-09-30-22-34-01-id Story Transcript:Id: Di bawah langit malam yang berselimut aurora, hamparan es Arktik membentang luas, diam dan sunyi.En: Under the night sky enveloped by the aurora, the expanse of the Arktik ice spread wide, silent and still.Id: Arjuna, seorang ahli geologi, berdiri teguh di tengah-tengah tundra.En: Arjuna, a geologist, stood firm in the middle of the tundra.Id: Ia memandang ke arah Dewi, seorang ahli biologi satwa liar yang dikenal suka percaya takhayul.En: He gazed towards Dewi, a wildlife biologist known to be superstitious.Id: Mereka bersama-sama menyelidiki hilangnya tim peneliti di daerah terpencil ini.En: They were together investigating the disappearance of a research team in this remote area.Id: Sudah musim gugur.En: It was already autumn.Id: Suhu semakin dingin dan angin dingin menggigit.En: The temperature grew colder, and the chilly wind bit down.Id: Arjuna yakin ada penjelasan logis di balik semua ini.En: Arjuna was sure there was a logical explanation behind all of this.Id: Namun, Dewi memiliki pandangan berbeda.En: However, Dewi had a different perspective.Id: "Tanah ini punya rahasia," katanya pelan, tatapannya jauh memandang ke arah horizon.En: "This land has secrets," she said softly, her gaze distant as she looked towards the horizon.Id: Di hari Halloween, suasana semakin menyeramkan.En: On Halloween, the atmosphere became more eerie.Id: Mereka menemukan jejak langkah misterius.En: They found mysterious footprints.Id: Jejak-jejak itu menuju ke sebuah igloo kuno yang ditinggalkan.En: The footprints led to an abandoned ancient igloo.Id: Arjuna melihat Dewi dengan ragu, tetapi Dewi hanya mengangguk.En: Arjuna looked at Dewi hesitantly, but Dewi just nodded.Id: Meskipun dia ingin percaya pada penjelasan ilmiah, ada sesuatu tentang jejak itu yang membuatnya merinding.En: Even though he wanted to believe in a scientific explanation, there was something about the footprints that made him shiver.Id: Perjalanan menuju igloo semakin sulit.En: The journey to the igloo became increasingly difficult.Id: Cuaca semakin buruk, angin semakin kencang.En: The weather worsened, the wind grew stronger.Id: Dewi mengingatkan Arjuna akan bahayanya, tetapi dia tetap teguh.En: Dewi reminded Arjuna of the dangers, but he remained steadfast.Id: "Kita harus tahu apa yang terjadi," kata Arjuna dengan tegas.En: "We have to know what happened," said Arjuna firmly.Id: Meskipun takut, Dewi mengikutinya.En: Despite her fear, Dewi followed him.Id: Ketika mereka tiba di igloo, suasana terasa berat dan tidak wajar.En: When they arrived at the igloo, the atmosphere felt heavy and unnatural.Id: Sama sekali tidak berpenghuni, tetapi tetap terasa kehadiran yang kuat.En: Completely uninhabited, yet there was a strong presence.Id: Tidak ada tanda-tanda tim yang hilang, hanya kesunyian yang menyelimuti mereka.En: There were no signs of the missing team, only silence enveloping them.Id: Arjuna tak habis pikir, sementara Dewi makin yakin bahwa tempat ini lebih dari sekadar lapisan es dan salju.En: Arjuna was at a loss, while Dewi became more convinced that this place was more than just layers of ice and snow.Id: Setelah kembali dengan selamat, Arjuna dan Dewi berdebat.En: After... -
Finding Inner Peace: Adi's Journey at Borobudur 29.09.2026 18pFluent Fiction - Indonesian: Finding Inner Peace: Adi's Journey at Borobudur Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:fluentfiction.com/id/episode/2026-09-29-22-34-02-id Story Transcript:Id: Ketika fajar menyingsing di ufuk timur, Borobudur berdiri megah di tengah-tengah pemandangan hijau subur.En: When dawn broke in the eastern horizon, the Borobudur stood majestically amidst the lush green landscape.Id: Batu-batu kunonya dingin dan kokoh, dihiasi dengan ukiran yang rumit.En: Its ancient stones were cold and sturdy, adorned with intricate carvings.Id: Adi, seorang pemuda dari Jakarta, melangkah pelan ke arah candi.En: Adi, a young man from Jakarta, walked slowly towards the temple.Id: Hari ini adalah hari yang istimewa, Waisak, hari kelahiran Buddha.En: Today was a special day, Waisak, the day of Buddha's birth.Id: Adi datang ke sini berharap menemukan pencerahan batin dan kedamaian.En: Adi came here hoping to find inner enlightenment and peace.Id: Di tengah keramaian dan hiruk-pikuk orang-orang, Adi merasa kebingungan.En: Amidst the crowd and bustle of people, Adi felt confused.Id: Banyak orang datang berziarah, membuat suasana terasa sesak dan komersial.En: Many people came on pilgrimage, making the atmosphere feel crowded and commercial.Id: Di dalam hatinya, ada keraguan.En: In his heart, there was doubt.Id: Apakah benar apa yang ia cari ada di sini?En: Was what he was looking for really here?Id: "Sari, apakah menurutmu kita benar-benar bisa menemukan kedamaian di sini?En: "Sari, do you think we can really find peace here?"Id: " tanya Adi kepada temannya.En: Adi asked his friend.Id: Sari tersenyum lembut.En: Sari smiled gently.Id: "Cobalah untuk melihat lebih dalam, Adi.En: "Try to look deeper, Adi.Id: Keindahan dan makna tidak selalu tampak di permukaan.En: Beauty and meaning aren't always visible on the surface."Id: "Budi, teman lainnya, menepuk bahu Adi.En: Budi, another friend, patted Adi's shoulder.Id: "Kadang-kadang, kita harus mencari ketenangan di tempat yang tidak diduga-duga.En: "Sometimes, we have to find tranquility in unexpected places."Id: "Dengan keputusan mantap, Adi memutuskan untuk meninggalkan keramaian.En: With firm resolve, Adi decided to leave the crowd.Id: Ia berjalan menuju bagian candi yang lebih sepi, mencari tempat untuk merenung.En: He walked towards a quieter part of the temple, looking for a place to meditate.Id: Di sini, jauh dari kebisingan, ia duduk bersila, menutup mata, dan membiarkan dirinya merasakan suasana.En: Here, far from the noise, he sat cross-legged, closed his eyes, and let himself feel the atmosphere.Id: Seiring berlalunya waktu, langit mulai berubah warna.En: As time passed, the sky began to change color.Id: Cahaya keemasan dari matahari pagi menghalau kabut lembut.En: The golden light of the morning sun dispelled the gentle mist.Id: Pada saat itulah, Adi merasakan kedamaian yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.En: It was then that Adi felt a peace he had never experienced before.Id: Diam di antara arca-arca batu berusia berabad-abad, Adi mendapatkan momen introspeksi mendalam.En: Sitting among the centuries-old stone statues, Adi had a moment of deep introspection.Id: Ia merasa terhubung dengan leluhurnya dan memahami tempatnya dalam kehidupan.En: He felt connected to his ancestors and understood his place in life.Id: Saat matahari naik lebih tinggi, Adi... -
Breathing New Life: From Abandoned Warehouse to Hope Hub 29.09.2026 19pFluent Fiction - Indonesian: Breathing New Life: From Abandoned Warehouse to Hope Hub Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:fluentfiction.com/id/episode/2026-09-29-07-38-19-id Story Transcript:Id: Mentari sore yang terik mengintip malu-malu lewat celah-celah jendela pecah di gudang tua di sudut kota Jakarta.En: The scorching afternoon sun peeked shyly through the cracks of the shattered windows in the old warehouse in the corner of Jakarta.Id: Bangunan yang dulunya ramai kini sunyi, ditinggal penghuninya.En: A building that was once bustling now stood silent, abandoned by its occupants.Id: Hanya suara angin kering musim kemarau yang menemani Rifki, Wulan, dan Aris.En: Only the sound of the dry season wind accompanied Rifki, Wulan, and Aris.Id: Rifki melihat sekeliling.En: Rifki looked around.Id: Ia teringat masa kecilnya, saat ia dan teman-temannya bermain di sini.En: He remembered his childhood, when he and his friends played here.Id: Kini, ia ingin tempat ini dihidupkan kembali sebagai pusat komunitas.En: Now, he wanted to revive this place as a community center.Id: Namun, ia tahu, mewujudkan itu tak semudah membalik telapak tangan.En: However, he knew that making it happen wasn't as easy as turning his hand.Id: Wulan berdiri di dekatnya, semangat seperti biasa.En: Wulan stood near him, as enthusiastic as ever.Id: "Bayangkan, anak-anak bisa bermain dengan aman di sini.En: "Imagine, children can play safely here.Id: Kita bisa buat perpustakaan kecil, tempat mereka belajar!En: We can make a small library, a place for them to learn!"Id: " katanya.En: she said.Id: Wajahnya berseri, penuh mimpi dan harapan.En: Her face beamed, full of dreams and hopes.Id: Namun, di sampingnya, Aris mengerutkan dahi.En: However, beside her, Aris frowned.Id: Ia menendang lembut puing di lantai.En: He gently kicked a piece of debris on the floor.Id: "Ini butuh banyak uang.En: "This requires a lot of money.Id: Siapa yang bakal biayai?En: Who's going to fund it?Id: Apa itu realistis?En: Is it realistic?"Id: " tanyanya skeptis.En: he asked skeptically.Id: Sebagai kontraktor yang tengah berjuang, Aris melihat hambatan lebih jelas daripada peluang.En: As a contractor struggling, Aris saw obstacles more clearly than opportunities.Id: Rifki menarik nafas panjang, berusaha menenangkan diri.En: Rifki took a deep breath, trying to calm himself.Id: "Aris, kita bisa mulai dengan apa yang kita punya.En: "Aris, we can start with what we have.Id: Bagian tersulit sudah kita lalui—kita di sini dan mau memulai," katanya, berusaha bijak dan menenangkan.En: The hardest part is over—we're here and ready to start," he said, trying to be wise and reassuring.Id: Ketegangan berkecamuk saat ketiganya berdiskusi.En: Tension brewed as the three of them discussed.Id: Hujan tiba-tiba turun deras, mengalahkan panas yang mengendap sejak pagi.En: Suddenly, heavy rain poured down, overpowering the heat that had settled since morning.Id: Air merembes masuk melalui atap, mengalir hingga ke celah-celah dinding yang berkarat.En: Water seeped in through the roof, flowing into the cracks of the rusted walls.Id: Seketika semua terdiam, terpesona oleh drama alam yang menggoyang struktur tua itu.En: Instantly, all were silent, captivated by nature's drama shaking the old structure.Id: Aris memandang sekeliling.En: Aris looked... -
Waves of Friendship: Rika's Bali Surf Adventure 28.09.2026 18pFluent Fiction - Indonesian: Waves of Friendship: Rika's Bali Surf Adventure Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:fluentfiction.com/id/episode/2026-09-28-22-34-01-id Story Transcript:Id: Pada suatu pagi yang cerah di sebuah resor mewah di Bali, Rika berdiri di balkon kamarnya menikmati pemandangan laut biru yang bergelora.En: One bright morning at a luxurious resort in Bali, Rika stood on her room's balcony, enjoying the view of the rolling blue sea.Id: Di sekitarnya, pohon-pohon kelapa melambai lembut dalam angin musim semi.En: Around her, coconut trees swayed gently in the spring breeze.Id: Meski berada di tempat yang indah, Rika merasa sedikit asing.En: Although she was in a beautiful place, Rika felt a little out of place.Id: Dia datang bersama teman-temannya, termasuk Andi, yang sudah tidak sabar untuk berbagi pengalaman seru di Bali.En: She had come with her friends, including Andi, who was eager to share exciting experiences in Bali.Id: Andi, seorang pemuda yang penuh energi, membawa papan selancar di tangan dan senyuman lebar di wajahnya.En: Andi, a young man full of energy, carried a surfboard in his hand and had a wide smile on his face.Id: "Ayo, Rika!En: "Come on, Rika!Id: Waktu yang tepat untuk berselancar," serunya, penuh semangat.En: It's the perfect time to surf," he shouted, full of enthusiasm.Id: Rika ragu sejenak.En: Rika hesitated for a moment.Id: Dia ingin sekali merasa lebih terhubung dengan kelompok ini, namun petualangan bukanlah keahliannya.En: She really wanted to feel more connected with the group, but adventure wasn't her forte.Id: "Baiklah, aku akan mencobanya," kata Rika akhirnya, memberanikan diri keluar dari zona nyamannya.En: "Alright, I'll give it a try," said Rika finally, daring to step out of her comfort zone.Id: Hari itu, pantai tampak meriah dengan para wisatawan yang asyik menjajal ombak.En: That day, the beach was lively with tourists eager to tackle the waves.Id: Andi dengan sabar menjelaskan dasar-dasar berselancar kepada Rika.En: Andi patiently explained the basics of surfing to Rika.Id: "Tenang saja, kita akan melakukannya langkah demi langkah," kata Andi, memastikan Rika merasa nyaman.En: "Don't worry, we'll do it step by step," said Andi, ensuring Rika felt at ease.Id: Deburan ombak pertama mendekat.En: The first wave approached.Id: Rika menarik napas dalam-dalam, menyiapkan diri untuk melawan rasa gugup.En: Rika took a deep breath, preparing herself to overcome her nerves.Id: Dengan bimbingan Andi yang sabar dan perhatian, Rika berhasil berdiri di atas papan selancar.En: With Andi's patient and attentive guidance, Rika managed to stand on the surfboard.Id: Saat itu, waktu terasa melambat.En: At that moment, time seemed to slow down.Id: Langit biru terbentang luas di atasnya, air laut menyapu lembut, dan angin sejuk mengelus wajahnya.En: The blue sky stretched wide above her, the seawater gently washed over, and the cool breeze caressed her face.Id: Dia belajar menemukan harmoni di antara ombak.En: She learned to find harmony among the waves.Id: Andi bersorak melihat teman barunya sukses menguasai ombak pertamanya.En: Andi cheered as his new friend successfully mastered her first wave.Id: "Kamu melakukannya, Rika!En: "You did it, Rika!"Id: " serunya dengan bangga.En: he shouted proudly.Id: Rika tersenyum penuh kebahagiaan, merasakan pencapaian dan kedekatan yang selama ini dicari.En: Rika... -
Balance in Bali: Tradition & New Beginnings Journey 27.09.2026 18pFluent Fiction - Indonesian: Balance in Bali: Tradition & New Beginnings Journey Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:fluentfiction.com/id/episode/2026-09-27-22-34-01-id Story Transcript:Id: Matahari pagi menyinari Bali Botanic Garden.En: The morning sun lit up the Bali Botanic Garden.Id: Bunga-bunga bermekaran indah, warna-warni menghiasi tempat itu.En: Flowers bloomed beautifully, colors adorning the place.Id: Dewi, seorang wanita muda dari Jakarta, berjalan perlahan di antara pepohonan.En: Dewi, a young woman from Jakarta, walked slowly among the trees.Id: Ini pertama kalinya ia berkunjung ke Bali.En: This was her first visit to Bali.Id: Perjalanan ini adalah hadiahnya untuk dirinya sendiri setelah berjuang keras memenuhi harapan keluarganya.En: This trip was her gift to herself after struggling hard to meet her family's expectations.Id: Hari itu, Galungan.En: That day, it was Galungan.Id: Dewi merasa terhormat bisa merasakan perayaan ini di Bali.En: Dewi felt honored to experience this celebration in Bali.Id: Namun, ia punya satu tugas penting.En: However, she had one important task.Id: Dia harus menemukan suvenir yang sempurna untuk orangtuanya.En: She had to find the perfect souvenir for her parents.Id: Sesuatu yang mencerminkan nilai-nilai tradisional keluarganya dan juga bentuk terima kasihnya atas kebebasan yang diberikan padanya.En: Something that reflected her family's traditional values and also her gratitude for the freedom they had given her.Id: Di dekat pintu masuk kebun, ada pasar yang ramai.En: Near the entrance of the garden, there was a bustling market.Id: Pedagang menawarkan berbagai kerajinan tangan dan barang-barang unik.En: Vendors were offering various handicrafts and unique items.Id: Di antara kerumunan, Dewi bertemu Budi, seorang penjual lokal.En: Among the crowd, Dewi met Budi, a local seller.Id: Budi tersenyum hangat, melihat kebingungan di wajah Dewi.En: Budi smiled warmly, noticing the confusion on Dewi's face.Id: "Selamat pagi, Mbak Dewi.En: "Good morning, Miss Dewi.Id: Ada yang bisa saya bantu?En: Is there anything I can help you with?"Id: " tanya Budi dengan ramah.En: Budi asked kindly.Id: Dewi menjelaskan kesulitannya.En: Dewi explained her difficulty.Id: Ia ingin menemukan suvenir yang bisa menyatukan tradisi keluarganya dengan jati dirinya.En: She wanted to find a souvenir that could merge her family's traditions with her own identity.Id: Budi dengan sabar menunjukkan berbagai barang.En: With patience, Budi showcased various items.Id: Ada keranjang persembahan tradisional yang indah, dan juga karya seni modern yang unik.En: There were beautiful traditional offering baskets, as well as unique modern artworks.Id: Dewi memandangi barang-barang itu dengan cermat, merasakan perdebatan di dalam hatinya.En: Dewi examined the items carefully, feeling the debate within her heart.Id: Ia tahu orangtuanya akan menyukai keranjang persembahan.En: She knew her parents would love the offering baskets.Id: Namun, pandangannya tertarik pada karya seni modern—lukisan abstrak yang tampak hidup, penuh warna dan makna.En: However, her gaze was drawn to the modern artwork—an abstract painting that seemed alive, full of color and meaning.Id: Akhirnya, dengan napas dalam, Dewi memutuskan.En: Finally, with a deep breath, Dewi made her decision.Id: “Saya ingin yang ini,” katanya... -
Unearthing Connections: A Journey Through Time and Legacy 26.09.2026 19pFluent Fiction - Indonesian: Unearthing Connections: A Journey Through Time and Legacy Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:fluentfiction.com/id/episode/2026-09-26-22-34-01-id Story Transcript:Id: Di Museum Nasional Indonesia, sinar matahari menembus jendela-jendela tinggi.En: In the Museum Nasional Indonesia, sunlight streamed through the tall windows.Id: Lantai marmer memantulkan langkah-langkah para pengunjung.En: The marble floor echoed the footsteps of the visitors.Id: Deretan artefak kuno memikat mata siapa saja yang lewat, terutama sebuah artefak Jawa yang penuh misteri.En: Rows of ancient artifacts captivated the eyes of anyone who passed by, especially a mysterious Jawa artifact.Id: Dewi, seorang mahasiswa antropologi, berjalan mendekat.En: Dewi, an anthropology student, walked closer.Id: Dewi sangat penasaran.En: Dewi was very curious.Id: Ia tahu legenda mengatakan keluarganya terhubung dengan artefak itu.En: She knew that legends said her family was connected to that artifact.Id: Ia telah menghabiskan waktu berbulan-bulan meneliti, berharap menemukan bukti untuk tesisnya.En: She had spent months researching, hoping to find evidence for her thesis.Id: Hari ini, ia merasa ada sesuatu yang mendesak.En: Today, she felt there was something urgent.Id: Sesuatu yang harus ditemukan sebelum waktu habis.En: Something that needed to be discovered before time ran out.Id: Saat Dewi memperhatikan artefak itu dengan seksama, tiba-tiba dunia berputar.En: As Dewi observed the artifact closely, suddenly the world spun.Id: Ia merasa pusing, kemudian gelap.En: She felt dizzy, then darkness.Id: "Dewi!En: "Dewi!"Id: " teriak suara panik.En: screamed a panicked voice.Id: Itu Adi, teman sekelasnya.En: It was Adi, her classmate.Id: Bersama Rahma, kurator museum yang baik hati, mereka membaringkan Dewi di lantai.En: Together with Rahma, the kind-hearted museum curator, they laid Dewi down on the floor.Id: "Dewi, kamu harus istirahat," ujar Rahma lembut saat Dewi mulai siuman.En: "Dewi, you need to rest," said Rahma gently as Dewi started to regain consciousness.Id: "Kamu tidak bisa terus berusaha jika kesehatanmu terganggu.En: "You can't keep pushing yourself if your health is compromised."Id: "Tetapi, Dewi bersikeras.En: But, Dewi was determined.Id: Meskipun dinasihati untuk beristirahat, pikirannya tidak bisa berhenti.En: Despite being advised to rest, her mind couldn't stop.Id: Ada sesuatu yang belum ditemukan.En: There was something yet to be discovered.Id: Ia harus kembali.En: She had to return.Id: Dua hari kemudian, dengan tekad bulat, Dewi kembali ke museum.En: Two days later, with determined resolution, Dewi returned to the museum.Id: Kali ini, Adi dan Rahma menemani.En: This time, Adi and Rahma accompanied her.Id: Di bawah cahaya sore yang hangat, Dewi mengamati artefak sekali lagi.En: Under the warm afternoon light, Dewi examined the artifact once more.Id: Tiba-tiba, ia melihat sesuatu yang terlewat sebelumnya — sebuah prasasti kuno yang tergores halus di permukaan batu.En: Suddenly, she noticed something previously overlooked — an ancient inscription finely etched on the stone's surface.Id: Kata-kata itu membuktikan kaitan keluarganya dengan artefak tersebut!En: Those words proved her family's connection to the artifact!Id: Namun, lagi-lagi rasa pusing datang.En: Yet... -
Pigeon Picture-Perfect Moments: Embracing Spontaneity 26.09.2026 18pFluent Fiction - Indonesian: Pigeon Picture-Perfect Moments: Embracing Spontaneity Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:fluentfiction.com/id/episode/2026-09-26-07-38-19-id Story Transcript:Id: Di suatu pagi yang cerah di musim semi, Arief dan Dewi berjalan santai di Taman Mini Indonesia Indah.En: On a bright spring morning, Arief and Dewi were taking a leisurely walk in Taman Mini Indonesia Indah.Id: Taman ini terkenal dengan miniatur pulau dan rumah tradisionalnya.En: This park is famous for its miniature islands and traditional houses.Id: Hari itu, fokus mereka adalah patung besar dan bersejarah di tengah taman.En: That day, their focus was on the large and historic statue in the middle of the park.Id: Arief, seorang fotografer yang antusias namun sedikit kikuk, ingin mengambil foto selfie sempurna untuk blog perjalanannya.En: Arief, an enthusiastic yet slightly clumsy photographer, wanted to take the perfect selfie for his travel blog.Id: "Arief, lihat, banyak sekali merpati," kata Dewi dengan senyum tipis, menyadari tantangan di depan mereka.En: "Arief, look, there are so many pigeons," said Dewi with a slight smile, aware of the challenge ahead of them.Id: Merpati-merpati itu berkumpul di sekitar patung, siap untuk mengambil alih setiap sudut yang Arief coba.En: The pigeons were gathering around the statue, ready to take over every corner that Arief tried.Id: "Ah, tidak apa-apa, Dewi.En: "Ah, it's alright, Dewi.Id: Kita coba dari sisi lain," jawab Arief, penuh semangat.En: Let's try from another angle," replied Arief, full of enthusiasm.Id: Mereka berdua pun mencoba berbagai pose.En: The two of them tried various poses.Id: Arief, dengan kamera di tangannya, terus mencari sudut terbaik, sementara Dewi menertawakan gaya Arief yang cenderung terlalu serius.En: Arief, with the camera in his hand, kept searching for the best angle, while Dewi laughed at Arief's tendency to be overly serious.Id: Namun, setiap kali mereka siap dengan pose, sekelompok merpati terbang rendah dan dengan nakalnya masuk ke dalam frame foto mereka.En: However, every time they were ready with a pose, a flock of pigeons flew low and mischievously entered their photo frame.Id: Dewi mulai menurunkan semangatnya, lelah dengan usaha yang kurang membuahkan hasil.En: Dewi began to lose her spirit, tired of the efforts that weren't bearing much fruit.Id: "Arief, mungkin kita harus menikmati saja pemandangan tanpa terlalu banyak fitur tambahan," katanya dengan nada sedikit sarkastik.En: "Arief, maybe we should just enjoy the view without too many additional features," she said with a slightly sarcastic tone.Id: Arief tidak menyerah.En: Arief did not give up.Id: Dia memutuskan untuk mencoba mengusir merpati, tetapi malah semakin banyak yang datang.En: He decided to try to shoo away the pigeons, but even more came.Id: Lalu, dia mendapatkan ide.En: Then, he got an idea.Id: "Dewi!En: "Dewi!Id: Bagaimana kalau kita jadikan merpati sebagai bagian dari foto?En: How about we make the pigeons a part of the photo?Id: Bukankah itu bisa jadi foto yang sangat unik?En: Wouldn't that be a very unique picture?"Id: " ujar Arief dengan semangat baru.En: said Arief with newfound enthusiasm.Id: Dewi mengangkat alisnya, penasaran.En: Dewi raised her eyebrows, curious.Id: "Coba saja, Arief," jawab Dewi.En: "Just give it a try, Arief," replied Dewi.Id: Arief lalu mengarahkan kamera, dengan sengaja... -
Rizki's Whimsical Flower Quest: An Unexpected Adventure 25.09.2026 18pFluent Fiction - Indonesian: Rizki's Whimsical Flower Quest: An Unexpected Adventure Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:fluentfiction.com/id/episode/2026-09-25-07-38-20-id Story Transcript:Id: Di Taman Bunga Nusantara, angin semilir membawa aroma harum bunga-bunga berwarna-warni yang bermekaran serentak di musim semi.En: At Taman Bunga Nusantara, a gentle breeze carried the fragrant aroma of colorful flowers blooming simultaneously in the spring.Id: Rizki, seorang pemuda yang penasaran dan sering pelupa, berdiri di pintu masuk taman, siap untuk berpetualang.En: Rizki, a curious young man who often forgets things, stood at the entrance of the garden, ready for an adventure.Id: Kehidupan di taman terasa meriah, banyak keluarga yang menikmati hari libur setelah perayaan Idulfitri.En: Life in the garden felt lively, with many families enjoying a day off after the celebration of Idulfitri.Id: Rizki ingin mengumpulkan fakta menarik tentang bunga untuk dibagikan kepada teman-temannya, Dewi dan Budi.En: Rizki wanted to gather interesting facts about flowers to share with his friends, Dewi and Budi.Id: Dia terpesona oleh keindahan taman dan bergegas menuju kelompok tur yang dia kira adalah tur panduan untuk orang dewasa.En: He was captivated by the garden's beauty and hurried toward a tour group he thought was a guided tour for adults.Id: Tanpa sadar, Rizki menemukan dirinya berada di tengah lomba mencari harta karun untuk anak-anak.En: Unknowingly, Rizki found himself in the middle of a treasure hunt for children.Id: Anak-anak berlari-lari girang di sekelilingnya, mencari bunga sesuai daftar yang diberikan oleh pemandu mereka.En: Children were running around joyfully, searching for flowers according to the list provided by their guide.Id: Kadang Rizki tertawa melihat semangat mereka, tetapi kemudian menyadari bahwa dia salah mengikuti kelompok.En: Rizki occasionally laughed at their enthusiasm, but then realized he had followed the wrong group.Id: "Ah, Rizki," gumamnya pada diri sendiri sambil menggaruk kepala, "bagaimana bisa salah paham seperti ini?En: "Ah, Rizki," he muttered to himself while scratching his head, "how could I misunderstand like this?"Id: " Tapi, bukannya kecewa, Rizki memutuskan untuk ikut serta.En: But, instead of being disappointed, Rizki decided to join in.Id: Mungkin dia bisa mencari informasi yang menarik dengan cara yang menyenangkan.En: Perhaps he could find interesting information in a fun way.Id: Di setiap pos, Rizki mengikuti kelompok kecil anak-anak, berusaha keras untuk menemukannya petunjuk.En: At each station, Rizki followed the small group of children, trying hard to find clues.Id: Di satu momen, dia berlomba dengan seorang anak laki-laki berumur sepuluh tahun, Muhammad, yang ternyata sangat cepat mengenali bunga mawar merah.En: At one moment, he raced with a ten-year-old boy, Muhammad, who surprisingly recognized a red rose very quickly.Id: "Ayo, Kak Rizki!En: "Come on, Kak Rizki!Id: Ini mawar!En: It's a rose!"Id: " teriak Muhammad seolah memberi petunjuk.En: shouted Muhammad, as if giving a hint.Id: Rizki hanya bisa tersenyum dan mengikuti langkah cepat anak-anak itu.En: Rizki could only smile and follow the children's fast pace.Id: Sepanjang sore, Rizki belajar tentang bunga anggrek, dahlia, dan bahkan bunga matahari.En: Throughout the afternoon, Rizki learned about orchids, dahlias, and even sunflowers.Id: Meskipun salah informasi tentang beberapa bunga, semangat Rizki tak surut. -
Sunrise at Bromo: Rekindling Friendships on the Trail 24.09.2026 19pFluent Fiction - Indonesian: Sunrise at Bromo: Rekindling Friendships on the Trail Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:fluentfiction.com/id/episode/2026-09-24-07-38-20-id Story Transcript:Id: Di tengah suasana pagi yang sejuk dan diselimuti kabut di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, tiga sahabat, Raka, Dewi, dan Budi, memulai pendakian mereka.En: In the midst of the cool morning atmosphere and shrouded in mist at Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, three friends, Raka, Dewi, and Budi, began their hike.Id: Udara segar terasa mengisi paru-paru, sementara suara burung berkicau menyambut mereka di awal pendakian.En: The fresh air filled their lungs, while the sound of birds chirping welcomed them at the start of their climb.Id: Raka menyusuri jalur setapak dengan perasaan yang agak kabur.En: Raka walked along the path with a somewhat vague feeling.Id: Di dalam hatinya, ada rasa ingin kembali terhubung dengan kedua temannya, Dewi dan Budi.En: In his heart, there was a desire to reconnect with his two friends, Dewi and Budi.Id: Selama ini, walaupun mereka sering pergi bersama, Raka merasa kian jauh dari keduanya.En: All this time, even though they often went out together, Raka felt increasingly distant from the two of them.Id: Di depan, Dewi sibuk membicarakan ide-ide baru untuk pekerjaannya.En: Ahead, Dewi was busy talking about new ideas for her job.Id: “Proyekku butuh inspirasi baru,” ucapnya bersemangat, sesekali melirik pemandangan indah yang terbentang.En: “My project needs new inspiration,” she said enthusiastically, occasionally glancing at the beautiful scenery that stretched out.Id: Sementara itu, Budi, seperti biasanya, bersemangat.En: Meanwhile, Budi, as usual, was spirited.Id: “Ayo, kita pasti sampai tepat sebelum matahari terbit!” katanya sambil melangkah cepat.En: “Come on, we’ll reach the spot right before sunrise!” he said, stepping quickly.Id: Energi Budi selalu tinggi, sering membuat Raka merasa tidak mampu mengimbanginya.En: Budi's energy was always high, often making Raka feel unable to keep up with him.Id: Setelah beberapa saat, mereka berhenti di sebuah batu besar untuk beristirahat.En: After a while, they stopped at a large rock to rest.Id: Di situlah, Raka memberanikan diri untuk berbicara.En: It was there that Raka mustered the courage to speak.Id: “Dewi, Budi, aku ingin berbagi sesuatu,” katanya perlahan.En: “Dewi, Budi, I want to share something,” he said slowly.Id: Suasana menjadi hening sejenak.En: The atmosphere became quiet for a moment.Id: “Aku merasa agak jauh dari kalian berdua.En: “I feel a bit distant from both of you.Id: Dewi, kadang-kadang pembicaraan tentang pekerjaan membuatku merasa terpinggirkan.En: Dewi, sometimes talk about work makes me feel sidelined.Id: Dan Budi, energimu luar biasa, tapi bisa lebih pelan, supaya aku bisa ikut menikmati?En: And Budi, your energy is amazing, but could you go a bit slower so I can enjoy it too?”Id: Raka menatap teman-temannya dengan harapan.En: Raka looked at his friends with hope.Id: Dewi reflektif, menyadari bahwa terkadang dia terlalu terfokus pada pekerjaannya.En: Dewi reflected, realizing that sometimes she was too focused on her work.Id: “Maaf, Raka. Aku akan lebih memperhatikan,” jawabnya lembut.En: “Sorry, Raka. I will pay more attention,” she replied gently.Id: Budi pun mengangguk.En: Budi also nodded.Id: “Maaf, Raka. Aku tidak bermaksud membuatmu merasa ketinggalan.En:... -
Unraveling Ancestral Whispers: A Mystery at Candi Borobudur 23.09.2026 18pFluent Fiction - Indonesian: Unraveling Ancestral Whispers: A Mystery at Candi Borobudur Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:fluentfiction.com/id/episode/2026-09-23-22-34-02-id Story Transcript:Id: Langit senja di Candi Borobudur menyala kemerahan.En: The twilight sky at Candi Borobudur glowed a reddish hue.Id: Bayangan panjang dari ukiran-ukiran kuno menari di permukaan batu abu-abu.En: The long shadows from the ancient carvings danced on the gray stone surfaces.Id: Aroma dupa yang samar menggenangi udara.En: A faint aroma of incense permeated the air.Id: Angin sore terasa hangat, namun menyimpan kesejukan malam yang akan datang.En: The evening breeze felt warm yet carried the coolness of the approaching night.Id: Di antara keindahan sakral ini, Putri, Bima, dan Rafi berkumpul.En: Amidst this sacred beauty, Putri, Bima, and Rafi gathered.Id: Mereka berdiri, saling berpandangan, telah mendengar bisikan aneh yang menggema di koridor kuno.En: They stood, looking at each other, having heard strange whispers echoing in the ancient corridors.Id: "Suara itu seperti memanggil kita," kata Putri dengan nada penasaran.En: "The voice seems to be calling us," said Putri with a curious tone.Id: Ia telah lama mencari jawaban tentang masa lalu keluarganya.En: She had long sought answers about her family's past.Id: Bima, dengan keberanian khasnya, tersenyum penuh semangat.En: Bima, with his characteristic boldness, smiled enthusiastically.Id: "Ayo kita cari tahu," ajaknya, mengedipkan mata kehati-hatian.En: "Let's find out," he urged, with a wink of caution.Id: Rafi, yang lebih suka penjelasan logis, mengangguk meski dengan sedikit keraguan.En: Rafi, who preferred logical explanations, nodded though with a bit of reservation.Id: "Kita harus hati-hati.En: "We must be careful.Id: Mungkin ada jebakan di sana," ia memperingatkan sembari memandu langkah mereka.En: There might be traps in there," he warned as he guided their steps.Id: Saat mereka melangkah lebih dalam, suara misterius itu semakin jelas.En: As they ventured deeper, the mysterious voice became clearer.Id: Suara itu bercerita dalam bahasa yang melantun lembut, seperti nyanyian tua.En: It spoke in a language that resonated softly, like an ancient song.Id: Putri merasa getarannya, seolah ada sesuatu yang menghubungkannya dengan suara itu.En: Putri felt its vibrations, as if there was something that connected her with the voice.Id: Tiba-tiba, mereka sampai pada sebuah ruangan tersembunyi.En: Suddenly, they arrived at a hidden chamber.Id: Di dalam, ukiran-ukiran menutup jalan dengan teka-teki rumit.En: Inside, carvings blocked the way with intricate puzzles.Id: Tiga teman itu harus bekerja sama.En: The three friends had to work together.Id: Putri mengamati setiap detail ukiran, mencoba mengingat cerita yang pernah didengarnya dari neneknya.En: Putri observed every detail of the carvings, trying to recall stories she had heard from her grandmother.Id: Bima memeriksa celah-celah, mencari petunjuk sementara Rafi mengatur pola pikir yang logis.En: Bima checked the crevices, searching for clues, while Rafi approached it with logical reasoning.Id: "Aku rasa ini tentang keseimbangan," Putri merenung.En: "I think it's about balance," Putri mused.Id: Ia teringat bahwa sesaat lagi adalah ekuinoks, saat segala sesuatu mencapai keseimbangan.En: She remembered that soon it would be the equinox, a time when... -
Blending Traditions: Embracing Heritage in Modern Times 23.09.2026 19pFluent Fiction - Indonesian: Blending Traditions: Embracing Heritage in Modern Times Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:fluentfiction.com/id/episode/2026-09-23-07-38-19-id Story Transcript:Id: Di pagi hari yang sejuk di Ubud, Dewi melangkah masuk ke pasar tradisional.En: On a cool morning in Ubud, Dewi stepped into the traditional market.Id: Udara dipenuhi aroma bunga kamboja dan dupa yang dibakar.En: The air was filled with the scent of frangipani flowers and burning incense.Id: Hari Galungan semakin dekat, dan Dewi merasa antusias sekaligus cemas.En: Hari Galungan was approaching, and Dewi felt both excited and anxious.Id: Dia ingin menjaga tradisi keluarga tetapi juga terbuka terhadap cara modern.En: She wanted to uphold her family's traditions but was also open to modern ways.Id: Pasar itu ramai.En: The market was bustling.Id: Penjual meneriakkan harga, dan pembeli sibuk tawar-menawar.En: Vendors shouted prices, and buyers were busy bargaining.Id: Di samping Dewi, Adi, adik laki-lakinya, bermain dengan ponselnya, terlihat kurang tertarik dengan hiruk-pikuk di sekitarnya.En: Beside Dewi, Adi, her younger brother, played with his phone, looking uninterested in the commotion around him.Id: Rini, bibi Dewi, mengikuti di belakang mereka dengan tenang.En: Rini, Dewi's aunt, followed them calmly.Id: Bagi Rini, tradisi adalah harta yang harus dijaga dengan sungguh-sungguh.En: For Rini, tradition is a treasure that must be preserved earnestly.Id: "Kita harus beli bunga ini untuk banten," ujar Dewi sambil menunjuk tumpukan bunga kenanga.En: "We need to buy these flowers for banten," said Dewi as she pointed to a pile of ylang-ylang flowers.Id: Rini mengangguk setuju.En: Rini nodded in agreement.Id: Adi sibuk mengambil foto untuk media sosial.En: Adi was busy taking photos for social media.Id: “Mungkin ada cara lain,” pikir Dewi, mengingat betapa sulitnya kadang membuat banten sendiri.En: "Maybe there's another way," thought Dewi, recalling how difficult it sometimes was to make banten herself.Id: Di sudut pasar, Dewi melihat kios yang menjual perlengkapan upacara yang sudah jadi.En: At the corner of the market, Dewi saw a stall selling ready-made ceremonial supplies.Id: Mata Dewi berbinar, tapi sekaligus ragu.En: Dewi's eyes sparkled, but she was also hesitant.Id: "Apakah ini langkah yang benar?En: "Is this the right step?"Id: " bisik Dewi pada dirinya sendiri.En: Dewi whispered to herself.Id: Rini melihat ragu di wajah Dewi dan mendekat.En: Rini saw the doubt on Dewi's face and approached.Id: "Dewi, banten bukan cuma benda.En: "Dewi, banten is not just an object.Id: Ini doa dan kasih sayang kita untuk leluhur," kata Rini lembut.En: It's our prayers and love for the ancestors," said Rini gently.Id: “Kita bisa berbagi tugas, sehingga Adi juga bisa belajar.En: "We can share the tasks so Adi can learn too."Id: ”Dewi memikirkan kata-kata Rini.En: Dewi pondered Rini's words.Id: Dia ingin lebih efisien, namun tak ingin kehilangan makna di balik tradisi ini.En: She wanted to be more efficient but didn't want to lose the meaning behind the tradition.Id: Setelah lama merenung, Dewi memutuskan untuk membeli sebagian perlengkapan yang siap pakai sambil tetap membuat beberapa banten sendiri bersama Adi.En: After much thought, Dewi decided to buy some ready-made supplies while still making some banten herself with Adi.Id:... -
Emerging Talents: A Bold Journey in Kemang's Art Scene 22.09.2026 19pFluent Fiction - Indonesian: Emerging Talents: A Bold Journey in Kemang's Art Scene Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:fluentfiction.com/id/episode/2026-09-22-22-34-01-id Story Transcript:Id: Angin musim semi bertiup lembut di Kemang.En: The spring breeze blew gently in Kemang.Id: Jalanan dipenuhi hiruk-pikuk setelah perayaan Idul Fitri.En: The streets were bustling after the Idul Fitri celebration.Id: Orang-orang tampak gembira, menikmati suasana hangat setelah sebulan penuh berpuasa.En: People looked joyful, enjoying the warm atmosphere after a whole month of fasting.Id: Di sebuah galeri seni modern dengan jendela besar yang menghadap jalan ramai, Ayu berdiri di tengah ruangan.En: In a modern art gallery with large windows facing the busy street, Ayu stood in the middle of the room.Id: Ia mengamati karya seni yang akan dipamerkan malam ini.En: She was observing the artworks to be exhibited that evening.Id: Ayu adalah kurator muda, penuh semangat untuk menampilkan seniman lokal.En: Ayu is a young curator, passionate about showcasing local artists.Id: Namun, ia merasakan tekanan besar dari atasannya untuk memilih seniman yang sudah terkenal.En: However, she felt tremendous pressure from her boss to choose well-known artists.Id: Sore itu, Ayu bertemu Rizal.En: That afternoon, Ayu met Rizal.Id: Rizal adalah seorang seniman pendatang baru di Jakarta.En: Rizal is a newcomer artist in Jakarta.Id: Ia terlihat gugup dengan tumpukan kanvas di tangannya.En: He looked nervous with a stack of canvases in his hands.Id: "Halo, saya Rizal," katanya dengan senyum tipis.En: "Hello, I'm Rizal," he said with a thin smile.Id: "Saya baru saja pindah ke sini dan berharap bisa memperkenalkan karya saya.En: "I just moved here and hope to introduce my work."Id: "Mata Ayu tertuju pada lukisan Rizal.En: Ayu's eyes were drawn to Rizal's paintings.Id: Karya-karya itu berbeda.En: The works were different.Id: Penuh warna, menggambarkan kehidupan perkotaan dengan cara yang abstrak.En: Full of color, depicting urban life in an abstract way.Id: "Kamu punya bakat.En: "You have talent.Id: Tapi, bisakah kamu ceritakan lebih banyak tentang proses kreatifmu?En: But can you tell me more about your creative process?"Id: " tanya Ayu, penasaran.En: asked Ayu, curious.Id: Rizal membuka diri.En: Rizal opened up.Id: "Saya sering meragukan diri sendiri.En: "I often doubt myself.Id: Tapi, saya selalu ingin jujur dengan apa yang saya rasakan lewat karya seni.En: But I always want to be honest with what I feel through my art."Id: "Mendengar itu, Ayu merasa terinspirasi.En: Hearing this, Ayu felt inspired.Id: Dia memutuskan untuk memberi Rizal kesempatan.En: She decided to give Rizal a chance.Id: Keputusan ini berisiko, namun Ayu yakin.En: This decision was risky, but Ayu was convinced.Id: Dia yakin bahwa seni harus orisinal dan berani.En: She believed that art should be original and bold.Id: Malam pembukaan galeri tiba.En: The gallery's opening night arrived.Id: Ruangan mulai ramai dengan pengunjung.En: The room started to fill with visitors.Id: Rizal berdiri di samping Ayu, matanya menatap dengan cemas.En: Rizal stood beside Ayu, his eyes looking anxious.Id: Karya-karya Rizal mendapatkan reaksi yang beragam.En: Rizal's works received mixed reactions.Id: Beberapa... -
Bali's Sunset Confessions: A Love Rekindled by the Sea 22.09.2026 19pFluent Fiction - Indonesian: Bali's Sunset Confessions: A Love Rekindled by the Sea Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:fluentfiction.com/id/episode/2026-09-22-07-38-19-id Story Transcript:Id: Di tengah-tengah keindahan Tanah Lot, dengan deburan ombak yang menghantam bebatuan dan angin pantai yang hangat, Ayu berdiri di samping Sari, sahabat yang akan menikah hari itu.En: In the midst of the beauty of Tanah Lot, with the crashing waves hitting the rocks and the warm sea breeze, Ayu stood next to Sari, her friend who was getting married that day.Id: Langit Bali berwarna oranye dan pink, memancarkan suasana romantis yang sempurna untuk sebuah pernikahan.En: The Bali sky was orange and pink, radiating a perfect romantic atmosphere for a wedding.Id: Ayu mengagumi keindahan pemandangan, namun pikirannya melayang kepada Rizal, teman lama yang datang dari Jakarta untuk menghadiri pernikahan juga.En: Ayu admired the beautiful scenery, but her mind wandered to Rizal, an old friend who had come from Jakarta to attend the wedding as well.Id: Ayu menyimpan perasaan padanya sejak lama.En: Ayu had harbored feelings for him for a long time.Id: Ia tahu kalau hari ini adalah kesempatan terakhirnya untuk mengungkapkan perasaannya sebelum Rizal kembali ke Jakarta.En: She knew that today was her last chance to express her feelings before Rizal returned to Jakarta.Id: Setelah upacara pernikahan yang indah, Ayu melihat Rizal berdiri di tepi pantai, menatap matahari terbenam.En: After the beautiful wedding ceremony, Ayu saw Rizal standing at the edge of the beach, watching the sunset.Id: Ayu mengumpulkan keberaniannya, berjalan perlahan menghampiri Rizal.En: Ayu gathered her courage and slowly walked towards Rizal.Id: Ia merasa jantungnya berdebar kencang, keraguan menyergap pikirannya.En: She felt her heart pounding, doubts creeping into her mind.Id: Bagaimana jika perasaannya tidak berbalas?En: What if her feelings weren't reciprocated?Id: Apakah persahabatan mereka akan berubah?En: Would their friendship change?Id: "Ayu, indah ya pantainya," kata Rizal ketika Ayu tiba di sampingnya.En: "Ayu, the beach is beautiful, right?" said Rizal when Ayu arrived beside him.Id: Senyum Rizal membuat Ayu merasa lebih tenang.En: Rizal's smile made Ayu feel more at ease.Id: "Iya, sangat indah. Sama seperti hari ini, penuh kebahagiaan," jawab Ayu sambil tersenyum lembut.En: "Yes, it's very beautiful. Just like today, full of happiness," replied Ayu, smiling softly.Id: Mereka berdiri diam sejenak, menikmati suara ombak yang menenangkan.En: They stood silent for a moment, enjoying the calming sound of the waves.Id: Lalu, dengan sedikit gemetar, Ayu memutuskan untuk mengutarakan perasaannya.En: Then, with a slight tremble, Ayu decided to express her feelings.Id: "Rizal, ada yang ingin aku sampaikan," katanya dengan suara yang pelan namun penuh tekad.En: "Rizal, there's something I want to say," she said in a voice that was soft yet full of determination.Id: Rizal menoleh, perhatian penuh padanya.En: Rizal turned, his full attention on her.Id: "Apa itu, Ayu?"En: "What is it, Ayu?"Id: "Sebenarnya... aku sudah lama menyimpan perasaan untukmu. Aku... aku menyukaimu, Rizal. Dan aku tidak ingin menyimpan perasaan ini lagi," Ayu berkata, suaranya jujur dan tulus.En: "Actually... I've had feelings for you for a long time. I... I like you, Rizal. And I don't want to keep this feeling to myself anymore," Ayu said, her voice honest and sincere.Id:... -
A Lantern-Lit Journey: Ardi's Quest at Candi Borobudur 21.09.2026 19pFluent Fiction - Indonesian: A Lantern-Lit Journey: Ardi's Quest at Candi Borobudur Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:fluentfiction.com/id/episode/2026-09-21-22-34-02-id Story Transcript:Id: Di tengah keramaian perayaan Hari Waisak di Candi Borobudur, semilir angin musim semi membawa aroma dupa yang menenangkan.En: Amidst the bustling celebration of Hari Waisak at Candi Borobudur, the gentle breeze of spring carried the soothing aroma of incense.Id: Langit malam bersinar terang oleh lentera kertas yang siap dilepas.En: The night sky shone brightly with paper lanterns ready to be released.Id: Di antara banyaknya orang yang datang dari seluruh penjuru, Ardi berdiri dengan jantung berdebar.En: Among the many people who had come from all corners, Ardi stood with a pounding heart.Id: Ardi, pemuda pemalu tapi tekun, berdiri di depan patung Buddha yang megah.En: Ardi, a shy yet diligent young man, stood before the magnificent Buddha statue.Id: Ia menggenggam benda berharga, sebuah gelang tua peninggalan keluarga Rani.En: He clutched a precious item, an old bracelet belonging to Rani's family.Id: Hari itu, tugas besar menunggunya.En: That day, a significant task awaited him.Id: Ia harus menemukan Rani di antara kerumunan dan mengembalikan gelang itu.En: He needed to find Rani among the crowd and return the bracelet.Id: Perayaan Waisak adalah momen yang sangat berarti.En: The Waisak celebration was a deeply meaningful moment.Id: Para biksu mengenakan jubah kuning emas, memimpin doa damai.En: Monks dressed in golden-yellow robes led prayers for peace.Id: Tapi bagi Ardi, tantangan terbesar adalah menemukan Rani tanpa menarik perhatian terlalu banyak orang.En: But for Ardi, the biggest challenge was finding Rani without drawing too much attention.Id: Ardi mengingat senyum Rani, gadis yang sering diamati dari jauh tanpa berani menyapa.En: Ardi recalled Rani's smile, the girl he often observed from afar without daring to greet.Id: Gadis itu berjiwa bebas dan penuh semangat, kini hadir untuk mengenang neneknya di tempat suci ini.En: She was a free-spirited and full-of-life girl, now present to remember her grandmother at this sacred place.Id: Namun, gelombang manusia yang memenuhi setiap sudut candi membuat Ardi hampir putus asa.En: However, the waves of people filling every corner of the temple made Ardi almost despair.Id: Dia bergerak di antara ratusan umat, keramaian seakan membatasi ruang geraknya.En: He moved among hundreds of worshippers, the crowd seemingly restricting his movement.Id: Saat kebingungan merayap, sekelompok biksu muda mendekatinya.En: As confusion crept in, a group of young monks approached him.Id: Mereka melihat kegelisahan Ardi dan menawarkan bantuan.En: They noticed Ardi's unease and offered assistance.Id: "Kami bisa membantu mencarinya," ujar salah satu biksu dengan senyum ramah.En: "We can help you find her," said one of the monks with a friendly smile.Id: Awalnya, Ardi ragu menerima bantuan, malu pada rasa enggannya.En: Initially, Ardi hesitated to accept help, embarrassed by his reluctance.Id: Tapi dia akhirnya menyetujui, melihat itu satu-satunya cara.En: But he eventually agreed, seeing it as the only way.Id: Dengan bimbingan para biksu, Ardi menyelinap di sela-sela kelompok orang yang berdoa.En: With the guidance of the monks, Ardi slipped between groups of praying people.Id: Ketika lentera dilepaskan ke angkasa dalam ritual penuh makna, Ardi akhirnya melihat... -
From Martial Arts to Knitting: Adi's Unplanned Journey 21.09.2026 19pFluent Fiction - Indonesian: From Martial Arts to Knitting: Adi's Unplanned Journey Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:fluentfiction.com/id/episode/2026-09-21-07-38-20-id Story Transcript:Id: Pada sebuah pagi yang cerah di musim semi, Adi, seorang mahasiswa dengan semangat besar, bergegas keluar dari kamarnya di asrama kampus.En: On a bright spring morning, Adi, a highly enthusiastic student, hurried out of his dorm room at the campus dormitory.Id: Dengan langkah tegap, ia siap untuk mengikuti sebuah acara yang menurutnya pelatihan bela diri.En: With a firm step, he was ready to attend an event he thought was a martial arts workshop.Id: Namun, tanpa sengaja, dalam kalutnya mendaftar di papan pengumuman asrama, ia justru mendaftarkan diri dalam kompetisi merajut.En: However, in his rush to sign up on the dormitory announcement board, he accidentally registered for a knitting competition.Id: Rina, teman sekamarnya, menahan tawa saat Adi masuk ke kamar dengan wajah terkejut sambil memegang seutas benang wol.En: Rina, his roommate, stifled a laugh as Adi entered the room with a surprised look while holding a skein of wool.Id: "Adi, kamu serius mau belajar merajut?En: "Adi, are you seriously going to learn how to knit?"Id: " Rina bertanya, mengangkat alis dengan penuh keisengan.En: Rina asked, raising an eyebrow mischievously.Id: "Saya kira ini workshop bela diri.En: "I thought it was a martial arts workshop.Id: Tapi sepertinya saya salah," jawab Adi dengan nada pasrah.En: But it seems I was wrong," Adi replied with a resigned tone.Id: "Tapi sekarang, karena sudah terlanjur daftar, mungkin aku harus coba," lanjutnya, berusaha terlihat berani, meskipun dalam hati ia agak panik.En: "But now, since I've already signed up, maybe I should give it a try," he continued, trying to appear brave, even though inside he was a bit panicked.Id: Budi, sahabat mereka yang tinggal di lantai bawah, datang sambil membawa beberapa jarum rajut.En: Budi, their friend from the floor below, came by bringing some knitting needles.Id: "Aku dengar Adi mau jadi perajut profesional," katanya, bercanda sambil tertawa.En: "I heard Adi wants to become a professional knitter," he said, joking while laughing.Id: Adi memutar bola matanya, tetapi tidak dapat menahan senyum melihat antusiasme Budi untuk bercanda.En: Adi rolled his eyes but couldn't help but smile at Budi's enthusiasm for joking around.Id: Meski awalnya ragu, Adi memutuskan untuk menerima tantangan ini.En: Although initially hesitant, Adi decided to accept the challenge.Id: Ia meminta bantuan Rina, yang ternyata mahir dalam merajut.En: He asked for help from Rina, who was apparently skilled in knitting.Id: Bersama-sama, mereka mengubah sudut kecil kamarnya menjadi tempat latihan merajut.En: Together, they transformed a small corner of his room into a knitting practice area.Id: Malam-malam mereka diisi dengan belajar teknik dasar dan mengatasi simpul-simpul yang membandel.En: Their nights were filled with learning basic techniques and tackling stubborn knots.Id: Hari kompetisi tiba dengan cepat.En: The competition day arrived quickly.Id: Ruang umum asrama penuh dengan mahasiswa lain yang siap berkompetisi.En: The dormitory common room was filled with other students ready to compete.Id: Bau teh panas dan camilan menguar, menambah semangat pagi itu.En: The smell of hot tea and snacks filled the air, adding to the morning's excitement.Id: Adi, dengan semangat bercampur... -
Finding Joy in the Unplanned: A Travel Vlog's Twist 20.09.2026 18pFluent Fiction - Indonesian: Finding Joy in the Unplanned: A Travel Vlog's Twist Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:fluentfiction.com/id/episode/2026-09-20-07-38-19-id Story Transcript:Id: Di sebuah pagi cerah di musim kemarau, Tanah Lot berdiri megah di tepi laut Bali.En: On a bright morning during the dry season, Tanah Lot stood majestically by the sea in Bali.Id: Gelombang memecah di sekitar batu hitam besar, menambah suasana magis di pura ini.En: Waves crashed around the large black rock, adding to the magical atmosphere of this temple.Id: Para pengunjung tersebar di sekitar tebing, menantikan matahari yang akan terbenam dengan indah.En: Visitors were scattered around the cliffs, awaiting the sun to set beautifully.Id: Di antara kerumunan itu, Rizal, seorang vlogger perjalanan yang bersemangat, tengah bersiap-siap untuk merekam video sempurna.En: Among the crowd, Rizal, an enthusiastic travel vlogger, was preparing to record the perfect video.Id: Dia berdiri di posisi strategis, dengan kamera menghadap ke pura.En: He stood in a strategic position, with the camera facing the temple.Id: "Hari ini, kita akan menikmati keindahan Tanah Lot," ucapnya lembut ke kamera.En: "Today, we will enjoy the beauty of Tanah Lot," he softly spoke to the camera.Id: Namun, di saat Rizal hampir mendapatkan momen yang sempurna, wanita bernama Dewi tiba-tiba muncul di belakangnya.En: However, just as Rizal was about to capture the perfect moment, a woman named Dewi suddenly appeared behind him.Id: Dengan senyum lebar, dia melambai ke kamera tanpa sadar bahwa dia mengganggu pengambilan gambar Rizal.En: With a broad smile, she waved at the camera, unaware that she was interrupting Rizal's shot.Id: Rizal menghentikan perekaman dan mencoba memberikan isyarat halus agar Dewi keluar dari bingkai.En: Rizal stopped recording and tried to give a subtle signal for Dewi to step out of the frame.Id: Tapi Dewi salah paham.En: But Dewi misunderstood.Id: Dia menerjemahkan gerakan Rizal sebagai ajakan untuk tampil, lalu dengan semangat dia mulai menari jenaka di belakang Rizal.En: She interpreted Rizal's gesture as an invitation to join in, and excitedly began dancing playfully behind him.Id: Pengunjung lain tertawa terhibur melihat Dewi, sementara Rizal hanya bisa menggelengkan kepala dengan senyum masam di wajahnya.En: Other visitors laughed, entertained by Dewi, while Rizal could only shake his head with an amused smile on his face.Id: Dari niat awalnya yang ingin membuat vlog tenang, momen tak terduga ini malah membuat Rizal berpikir ulang.En: From his initial intention of creating a calm vlog, this unexpected moment made Rizal reconsider.Id: Setelah beberapa saat, Rizal mendekati Dewi.En: After a while, Rizal approached Dewi.Id: "Mungkin kita bisa buat sesuatu yang berbeda?En: "Maybe we can make something different?"Id: " tawarnya dengan senyum.En: he offered with a smile.Id: Dewi yang baru sadar menutup mulutnya, kemudian tertawa kecil.En: Dewi, just realizing what happened, covered her mouth and then chuckled.Id: "Maaf tidak sengaja ikut," ujarnya sambil tersenyum.En: "Sorry, I didn't mean to join in," she said, smiling.Id: Rizal dan Dewi akhirnya berkolaborasi.En: Rizal and Dewi eventually collaborated.Id: Rizal mengubah rencana, membuat vlog yang menyatukan keindahan Tanah Lot dengan humor spontan Dewi.En: Rizal changed his plans, creating a vlog that combined the beauty of Tanah Lot with Dewi's spontaneous...
Népszerű itt:
Ez a podcast ezeknek az országoknak a podcast-listáin is szerepel.